Sabtu, 14 Januari 2023

SEKTOR YANG TERPENGARUH JIKA TERJADI RESESI DI TAHUN 2023

 Ini adalah beberapa sektor yang terpengaruh jika terjadi resesi 2023


Perekonomian global akan meluncur ke dalam resesi pada tahun 2023, sejalan dengan tren kenaikan suku bunga acuan, yang dilacak secara bersamaan oleh sebagian besar bank sentral dunia. Prakiraan ini diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Dalam peluncuran Kompas.com, pihaknya menyampaikan bahwa prediksi resesi ekonomi tahun depan didasarkan pada kajian Bank Dunia (World Bank) yang memperkirakan pengetatan kebijakan moneter oleh bank sentral berpengaruh terhadap pasar keuangan, krisis dan kelemahan ekonomi. "Bila bank sentral di seluruh dunia menaikkan suku bunga cukup drastis dan kolektif, dunia pasti akan mengalami resesi pada 2023," ujarnya seperti dikutip Kompas.com, pada Senin (27 September 2022).

Tren kenaikan suku bunga tercermin dari Bank of England menaikkan suku bunga sebesar 200 basis poin (bps) selama tahun 2022. Begitu juga Bank Sentral Eropa yang naik 125 poin, dan Bank Federal Reserve AS yang naik 300 poin.

Apa itu resesi?

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resesi adalah keadaan di mana ekonomi suatu negara melemah, tercermin dari produk domestik bruto (PDB) negatif, pertumbuhan pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi riil negatif selama dua kuartal berturut-turut.


Pada saat yang sama, arti resesi di majalah Forbes (15 Juli 2020) berarti penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan yang berlangsung berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Selama resesi ekonomi, orang kehilangan pekerjaan, perusahaan menghasilkan lebih sedikit penjualan, dan output ekonomi negara secara keseluruhan menurun. Jadi jika terjadi resesi pada tahun 2023, produk mana yang harganya akan naik atau turun tajam?

                                                                              

SEKTOR YANG TERPENGARUH JIKA TERJADI RESESI DI TAHUN 2023
Gambar: www.dream.co.id

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin mengatakan, pertumbuhan di berbagai sektor bergantung pada jenis resesi. Jika itu adalah penurunan permintaan, dia yakin efeknya hanya sementara.

“Ada demand-driven resesi karena ada kebijakan di masa pandemi yang sangat meningkatkan jumlah uang beredar,” kata Eddy kepada Kompas.com, Kamis (17 November 2022).

“Lalu sekarang pemerintah harus menaikkan suku bunga dan mengurangi jumlah uang beredar, dan kemudian terjadi resesi. Jadi ini adalah resesi alami dan berumur pendek," lanjutnya.

Namun, depresi yang perlu dikhawatirkan sedang menuju depresi. Misalnya, pertumbuhan ekonomi negatif di beberapa negara. Menurutnya, hal itu bisa memakan waktu lebih lama dan tentunya akan berdampak pada sektor yang berbeda.

Baca Juga: 5 Tips Sederhana Untuk Menjaga Kesehatan Mental

Industri yang naik selama resesi. 

Pada saat yang sama, Eddy mengatakan beberapa sektor juga berada dalam posisi bertahan selama penurunan. Sektor-sektor ini, seperti komoditas dan bahan pokok konsumen, diperkirakan akan tumbuh selama resesi.“Pada saat itu, energinya mungkin akan meningkat juga, kesehatannya juga akan meningkat,” kata Eddy.

                                                                                         

SEKTOR YANG TERPENGARUH JIKA TERJADI RESESI DI TAHUN 2023
Gambar: www.boemnews.com

Industri ini mengalami penurunan selama resesi

Dia menjelaskan, sektor-sektor yang jatuh saat resesi bergerak ke dalam tiga situasi: siklis, defensif, dan stabil atau datar.

“Ekonomi itu sangat sensitif terhadap ekonomi. Jadi kalau ekonomi naik ya naik, kalau turun ya turun,” jelasnya.

Menurutnya, sektor real estate jelas masuk dalam kategori ini atau sedang mengalami penurunan harga. Karena properti bukanlah kebutuhan utama saat resesi.

“Saya kira transportasi dan logistik juga siklis, dan lebih dari itu, produk investasi cenderung turun,” ujarnya.

                                                                                   

SEKTOR YANG TERPENGARUH JIKA TERJADI RESESI DI TAHUN 2023
Gambar: tangerangnews.com

Industri yang cenderung stabil

Eddy menjelaskan, sektor industri tetap stabil saat resesi, bahkan saat berakhirnya resesi.Selain itu, sektor konsumen non-inti, teknologi, dan infrastruktur bertahan dengan baik karena cukup kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Populer